Bagaimana Cara Kerja Blockchain?
Defitra · diperbarui pada 17/04/2025 · 5 min read · Teknologi
Beberapa dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya mata uang kripto atau crypto currency. Namun tahukah kamu bahwa terdapat teknologi di balik mata uang kripto, yaitu Blockchain.
Apa itu Blockchain?
Blockchain adalah teknologi yang berisi banyak blok yang saling terkait satu sama lain dan bersifat terdesentralisasi. Bayangkan ada 1 blok yang berisi banyak transaksi. Kemudian dibuat blok baru dan di-chain dengan blok sebelumnya. Sampai disini dulu, masih mudah dipahami kan?
Nah, setiap blok dalam blockchain harus diverifikasi dengan metode konsensus, salah satunya adalah Proof of Work. Apa itu Proof of Work?
Metode Proof of Work
Cara kerja metode atau mekanisme Proof of Work adalah dengan mencari kombinasi alfanumerik yang cocok untuk memverifikasi transaksi pada satu blok.
Secara teknis, setiap blok pada blockchain memiliki header yang di-hash menggunakan SHA256 untuk memastikan bahwa blok tidak dapat diubah. Kalaupun diubah, pasti bisa dideteksi. Berikut contohnya:
Dapat dilihat pada contoh di atas bahwa 3 (tiga) transaksi siap diverifikasi dalam 1 (satu) blok. Ingat ya, ini hanya contoh sederhana. Kenapa harus diverifikasi? Tentu saja agar blok tersebut tidak dapat diubah. Bayangkan jika kita punya 5 buku yang masing-masing berisi transaksi tahun 2019, 2020, 2021, 2022, 2023. Buku ke-6 sedang kita kerjakan. Bisa saja seseorang mengubah transaksi pada 2020 tanpa kita ketahui. Apalagi kita tidak menghafal isi transaksi tersebut. Dengan adanya verifikasi, maka tidak ada lagi pihak yang dapat mengubah transaksi. Jikapun ada yang mencoba mengubah transaksi, maka perubahan itu akan terlihat dengan sangat jelas. Verifikasi menjadikan blokchain hampir mustahil untuk diretas.
Lantas siapa yang memverifikasi transaksi tersebut? Mereka kita sebut dengan penambang atau miner. Bagaimana mereka memverifikasi transaksi? Ayo kita balik lagi ke contoh di atas. Ada bagian Nonce yang berisi angka acak, bukan? Apabila kita mengubah angka nonce, maka outputnya juga akan berubah. Nah, tugas dari miner adalah mengubah nilai nonce agar output (hash) yang dihasilkan sesuai dengan aturan. Aturan itu misalnya output (hash) harus diawali angka nol sebanyak 4, bisa juga sampai 30 angka nol. Apabila ditemukan nonce yang sesuai, maka blok baru ditambahkan ke dalam blockchain.
Dari mana asal bitcoin
Miner yang berhasil menemukan nonce yang sesuai akan diberikan mata uang kripto sebagai reward. Mencari nonce yang sesuai tentunya membutuhkan sumberdaya komputasi alias butuh komputer dengan kinerja yang tinggi. Kira-kira transaksinya akan menjadi seperti ini:
Seperti yang dilihat di atas, ternyata nonce 6354 menghasilkan output (hash) dengan angka nol sebanyak 4 (empat). Maka miner berhak atas sejumlah mata uang kripto. (Tentunya ini hanya contoh ilustrasi ya).
Apa itu Chain pada Blokchain?
Output (hash) pada blok tadi akan menjadi header pada blok berikutnya. Jadi, blok yang baru ditambahkan ke blockchain akan berkaitan langsung dengan blok-blok sebelumnya. Itu artinya, jika ada yang mengubah transaksi pada 1 blok saja, maka itu akan mempengaruhi seluruh blok yang ada. Jadi sangat sangat sangat sangat…. sulit untuk meretas Blockchain.

Kesimpulan
Blockchain adalah teknologi yang melibatkan blok-blok yang saling terkait dan berisi transaksi yang diverifikasi dengan cara konsensus dan bersifat terdesentralisasi. Penggunaan blockchain tidak hanya sebatas pada pengiriman/transaksi uang saja ya. Bisa juga digunakan untuk transaksi lain, salah satunya adalah pembuatan kontrak.
Jika kamu ingin melihat bagaimana cara kerja blockchain, silakan klik tautan blockchain demo oleh Anders Brown Worth.